Melinda Kembali Kunjungi TPS3R Untia Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Budidaya Maggot
Jumat, 29 Agustus 2025 · Status: Berita Makassar

MAKASSAR — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Jumat (29/08/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta memberikan dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, Melinda didampingi oleh Camat Biringkanaya, Juliaman, Lurah Untia, Muyadi, Direktur Bosowa Peduli, Marini dan Pegiat Lingkungan, Anca
Mereka bersama-sama melihat proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah rumah tangga yang dilakukan secara mandiri oleh warga dan pengelola TPS3R.
Melinda juga sangat antusias melihat proses perubahan sampah-sampah organik yang telah berubah menjadi maggot.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya pilah sampah sejak dini.
“Gerakan pilah sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau komunitas, tapi harus dimulai dari rumah tangga. Keluarga adalah sekolah pertama, di situlah anak-anak bisa belajar membuang dan memilah sampah dengan benar,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan TPS3R sangat penting karena membantu mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ia berharap masyarakat Untia dan sekitarnya semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik untuk menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Melinda menyampaikan apresiasi kepada pengelola TPS3R Untia serta warga yang aktif mendukung program ini.
Ia menegaskan bahwa PKK siap bersinergi dengan pemerintah kota, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai komunitas lingkungan untuk memperluas edukasi dan gerakan peduli sampah di tingkat keluarga.
“Kolaborasi adalah kunci. PKK sebagai mitra strategis pemerintah akan terus hadir memberikan edukasi, mendampingi masyarakat, dan menggerakkan keluarga agar peduli lingkungan. Bersama-sama, kita bisa menciptakan Makassar yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tambahnya.
Pegiat lingkungan, Anca, turut memberikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Kota Makassar ke TPS3R Untia.
Menurutnya, kehadiran PKK sangat strategis karena bisa langsung menyentuh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Langkah Ibu Ketua TP PKK sangat tepat. Menggerakkan keluarga berarti membangun fondasi kesadaran sejak dari rumah. Jika ibu-ibu sudah terbiasa memilah sampah, maka anak-anak juga akan ikut mencontoh. Inilah cara paling efektif untuk menumbuhkan budaya baru dalam pengelolaan sampah,” ujar Anca.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan organisasi seperti PKK dapat memperkuat gerakan lingkungan yang selama ini sudah dilakukan komunitas dan penggiat lokal.
“Komunitas sudah bergerak, pemerintah juga hadir. Dengan tambahan peran PKK, saya yakin pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Untia bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Adapun Lurah Untia, Muyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Ketua TP PKK Kota Makassar.
“Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi kami. Dukungan seperti ini penting agar masyarakat semakin percaya bahwa apa yang kami lakukan berdampak besar bagi lingkungan. Kami berharap PKK terus membantu mengedukasi warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, tentang pentingnya memilah sampah,” ungkapnya.
TP PKK Kota Makassar berkomitmen menjadikan kunjungan seperti ini sebagai bagian dari gerakan berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan berbagai organisasi, pengelolaan sampah berbasis TPS3R diharapkan bisa menjadi model yang menginspirasi wilayah lain di Kota Makassar.
