MAKASSAR,– Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri acara buka puasa bersama MULIA di Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Selasa (11/3/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari safari Ramadan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan kota.
Dia mengajak warga untuk terus berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan, terutama di tingkat kelurahan hingga RT dan RW.
Munafri juga menyampaikan program pemberdayaan yang akan digalakkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Makassar.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus pada berbagai aspek, mulai dari pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan lingkungan.
"Di dalam program yang kami sampaikan, berbagai macam program pemberdayaan akan kita lakukan sampai turun ke wilayah kelurahan, sampai di RT RW nanti, bagaimana pemerintah melihat proses pemberdayaan untuk merespons yang namanya pertumbuhan ekonomi yang ada di kota Makassar," ungkap Munafri.
Salah satu perhatian utama pemerintah, kata Munafri, adalah masalah lingkungan, termasuk penanggulangan banjir dan pengelolaan sampah.
Munafri menegaskan bahwa sampah tidak boleh hanya dianggap sebagai limbah, tetapi harus dimanfaatkan agar bernilai ekonomi bagi masyarakat.
"bagaimana menanggulangi yang banjir, bagaimana persoalan sampah harus kita hilangkan sehingga sampah itu bukan menjadi sampah yang disebut dalam arti kotoran, tetapi sampah yang bisa memberikan manfaat kepada kita semua. Ini akan kita lakukan dalam proses-proses ke depan," paparnya.
Selain membahas program pembangunan, Munafri juga mengajak warga untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Dia menekankan pentingnya mempertahankan nilai toleransi yang telah lama menjadi ciri khas Makassar.
"Di dalam bulan suci Ramadan ini, marilah kita terus menjaga keharmonisan dalam rumah tangga, dan lebih besar lagi keharmonisan dalam bermasyarakat," katanya.
Dia mengingatkan agar warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu kecil yang berpotensi mengganggu kerukunan. Menurutnya, Makassar sebagai kota toleran harus tetap dijaga dari hal-hal yang dapat merusak keharmonisan sosial.
"Makassar sudah terkenal dengan kota yang sangat toleran, jangan lagi kita menodai kota toleran ini dengan persoalan kecil yang ada di tengah-tengah warga yang bisa menjadi isu besar yang tidak bisa kita redam," pungkasnya.