Munafri Arifuddin Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Manfaatkan Akhir Ramadan dengan Kegiatan Positif

Tidak Ada Data

MAKASSAR ,- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda Makassar dalam beberapa hari terakhir, saat menghadiri Salat Isya dan Tarawih di Masjid Nurul Qalbi, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, pada Rabu (19/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Munafri mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan oleh curah hujan tinggi, termasuk potensi banjir, genangan air, serta risiko pohon tumbang. 

“Pertama bagaimana kita merespons cuaca yang akhir-akhir ini curahnya tinggi. Artinya bukan cuma masalah hujannya tapi apa yang diakibatkannya. Curah hujan tinggi banyak berakibat fatal. Kemungkinan banjir atau genangan di mana-mana,” ujar Munafri.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam menjaga aliran air tetap lancar.

Saluran air yang tersumbat sampah dapat memperparah genangan dan banjir di wilayah pemukiman. Kedisiplinan dalam membuang sampah pada tempatnya menjadi salah satu upaya sederhana untuk mengurangi risiko tersebut.

“Tolong diperhatikan, sebagai upaya awal di tempat tinggal kita bersihkan sampah di saluran air,” katanya.

Selain itu, kondisi jalan yang tergenang juga dapat membahayakan pengguna kendaraan. Lubang-lubang di jalan yang tidak terlihat saat terendam air bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

Kewaspadaan pengendara, terutama di malam hari, kata Munafri menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Biasanya ada jalan lubang tidak terlihat ketika tergenang. Berbahaya bagi pengendara. Waspada juga ini,” tambahnya.

Di samping genangan air, hujan deras juga meningkatkan kemungkinan pohon tumbang yang dapat menghambat akses jalan dan membahayakan warga.

Oleh karena itu, dia meminta perhatian terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap kondisi pohon yang sudah rapuh, menjadi bagian dari kewaspadaan bersama.

“Kemungkinan besar ada pohon tumbang. Patut jadi perhatian kita seperti lebih waspada dengan keadaan,” tegasnya.

Di luar persoalan cuaca, Munafri juga mengajak jemaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah di pengujung Ramadan.

Momentum malam-malam terakhir di bulan suci ini hendaknya dimanfaatkan dengan meningkatkan ibadah dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

“Kita sudah berada pada malam ke-20, insyaallah di akhir-akhir Ramadan ini kita terus mampu meningkatkan ketakwaan,” ujarnya.

Sebagai bulan penuh berkah, kata Munafri, Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah. Keutamaan yang dijanjikan Allah di bulan ini harus menjadi motivasi dalam meraih pahala sebanyak mungkin.

“Bulan penuh berkah ini harus dimanfaatkan baik untuk memupuk pahala yang dijanjikan Allah,” katanya.  

Dalam suasana Ramadan yang penuh makna, Munafri juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kegiatan yang dapat mencederai kesucian bulan ini. Sebaliknya, dia mengajak seluruh warga untuk memperbanyak kegiatan yang positif dan bernilai ibadah.

“Saya ajak jemaah untuk terus melakukan kegiatan positif dan bermanfaat di 10 terakhir Ramadan,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya membangun Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan, Munafri juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan selama Ramadan.

Kehidupan sosial yang harmonis dapat terwujud jika setiap individu memiliki kesadaran untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Saya imbau masyarakat agar tidak menodai Ramadan dengan kegiatan yang tidak bermanfaat,” pungkasnya.

Sarana
  
Moda Suara
  
Perbesar Teks
  
Perkecil Teks
  
Skala Abu - Abu
  
Kontras Tinggi
  
Latar Gelap
  
Latar Terang
  
Tulisan Dapat Dibaca
  
Garis Bawahi Tautan
  
Rata Tulisan
  
Atur Ulang
×

Indeks Kepuasan Masyarakat

Terima Kasih Anda Telah Melakukan Survei Mengenai Layanan Kami